KOTA - Teater Gawe SMKN 3 Tasikmalaya menggelar aksi memungut sampah di sepanjang jalan 20 kilometer di pusat kota. Langkah itu terkait perayaan seabad Hari Kebangkitan Nasional ( Harkitnas ). Para pelajar yang bermarkas di jalan Gobras No 100 Tamansari Kota Tasikmalaya itu mengemas pemungutan sampah melalui teatrikal.
Konseptor kegiatan, Aten Warus menjelaskan, aksi ini merupakan wujud keprihatinannya terhadap sampah. Peringatan harkitnas menurutnya hanya berupa seremonial, belum masuk pada esensialnya. " Makna kebangkitan ( Kebangkitan Nasional, red ) kali ini yang ingin disampaikan adalah kesadaran menjaga kebersihan dari sanalah kami berembug menggelar aksi teatrikal - memungut sampah di jalan - sebagai bentuk penyadaran rohani kepada masyarakat tentang bahaya sampah ", ungkap pria yang mengaku didukung penuh sang istri, Lilis Rohali.
Aksi teatrikal dilakukan dibeberapa tempat ramai yang mereka sebut sebagai titik penghasil sampah. Seperti pusat perbelanjaan baik pasar modern atau pasar tradisional. Teatrikal diperankan 9 pelajar, seraya membacakan puisi tentang pentingnya pola hidup sehat. Yang salah satunya membuang sampah pada tempatnya. Usai aksi mereka membagikan selebaran kepada masyarakat yang memuat himbauan membuang sampah pada tempatnya.
Teatrikal hanya dilakukan di titik-titik penghasil sampah, seperti mall ataupun tempat ramai. Kami sempat berdialog dengan warga mengenai penanganan sampah. Dari beberapa titik yang dilalui, tampaknya Kota Tasikmalaya masih kekurangan sarana kebersihan seperti tempat sampah. jelas pria yang tinggal di Perum Tamanjaya Indah, Kelurahan Tamanjaya Kec Tamansari........
Radar Tasikmalaya
TASIKMALAYA METROPOLIS
Hal. 8 Rabu 21 Mei 2008 / 15 Jumadil Ula 1429 H
( rip )
Konseptor kegiatan, Aten Warus menjelaskan, aksi ini merupakan wujud keprihatinannya terhadap sampah. Peringatan harkitnas menurutnya hanya berupa seremonial, belum masuk pada esensialnya. " Makna kebangkitan ( Kebangkitan Nasional, red ) kali ini yang ingin disampaikan adalah kesadaran menjaga kebersihan dari sanalah kami berembug menggelar aksi teatrikal - memungut sampah di jalan - sebagai bentuk penyadaran rohani kepada masyarakat tentang bahaya sampah ", ungkap pria yang mengaku didukung penuh sang istri, Lilis Rohali.
Aksi teatrikal dilakukan dibeberapa tempat ramai yang mereka sebut sebagai titik penghasil sampah. Seperti pusat perbelanjaan baik pasar modern atau pasar tradisional. Teatrikal diperankan 9 pelajar, seraya membacakan puisi tentang pentingnya pola hidup sehat. Yang salah satunya membuang sampah pada tempatnya. Usai aksi mereka membagikan selebaran kepada masyarakat yang memuat himbauan membuang sampah pada tempatnya.
Teatrikal hanya dilakukan di titik-titik penghasil sampah, seperti mall ataupun tempat ramai. Kami sempat berdialog dengan warga mengenai penanganan sampah. Dari beberapa titik yang dilalui, tampaknya Kota Tasikmalaya masih kekurangan sarana kebersihan seperti tempat sampah. jelas pria yang tinggal di Perum Tamanjaya Indah, Kelurahan Tamanjaya Kec Tamansari........
Radar Tasikmalaya
TASIKMALAYA METROPOLIS
Hal. 8 Rabu 21 Mei 2008 / 15 Jumadil Ula 1429 H
( rip )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar